Monday, February 11, 2019

Sering Terjadi Banjir, Buat Sumur Resapan di Pekarangan Anda

February 11, 2019 Posted by Admin , No comments
(Photo: Media Indonesia)

Memasuki rentan bulan September sampai dengan Desember, biasanya Indonesia akan mengalami curah hujan yang tinggi di beberapa daerahnya.

Tidak jarang pula hal tersebut akan berakibat pada terjadi banjir dibeberapa titik di Indonesia, terutama pada daerah-daerah dengan kontur tanah yang rendah, rumah di bantaran sungai, dan juga rumah-rumah pada penduduk yang tidak memiliki saluran pembuangan air.

Fenomena banjir tahunan ini bahkan terus berulang di setiap tahunnya. Masyarakat di beberapa wilayah yang kerap mengalami musibah banjir malah seakan terbiasa dengan fenomena tersebut.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di Indonesia, namun nampaknya usaha-usaha tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Satu hal yang harus kita sadari bersama adalah, terjadinya banjir juga diakibatkan oleh pola hidup kita yang kurang sehat, seperti membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara berlebihan, dan minimnya tempat resapan air seperti sumur resapan di pemukiman Anda.


Fungsi dan cara kerja sumur resapan

(Photo: Google Images)

Sumur resapan sendiri merupakan suatu teknik konservasi tanah dan air yang memiliki prinsip utama untuk memperluas bidang penyerapan sehingga aliran permukaan berkurang dengan optimal.

Pembuatan sumur resapan bertujuan untuk menampung, menyimpan, dan menambah cadangan air tanah serta dapat mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan dan badan air lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan pada musim kemarau sekaligus mengurangi peluang timbulnya banjir.

Pada dasarnya sumur resapan memberikan kesempatan dan jalan pada air hujan yang jatuh di atap atau lahan yang kedap air untuk meresap ke dalam tanah dengan jalan menampung air tersebut pada suatu sistem resapan dan sumur resapan dalam kondisi yang kosong dalam tanah dengan kapasitas tampung yang cukup besar sebelum air meresap ke dalam tanah.

Maka dari itu, kali ini kami akan memberikan beberapa cara membuat sumur resapan di pekarangan rumah Anda sebagai upaya menangkal banjir.


Cara sederhana membuat sumur resapan

(Photo: Google Images)

1. Carilah permukaan tanah yang datar dipekarangan rumah Anda untuk membuat sebuah sumur resapan. Hindari pembuatan sumur resapan pada tanah belereng, curam, dan labil karena dapat mengakibatkan tanah amblas. Gali tanah dengan diameter 80-100 CM sedalam 1,5 M. Namun ingat, jangan sampai melebihi muka air tanah.

2. Apabila Anda ingin menampung air hujan, maka diperlukan penguatan tanah. Untuk memperkuat dinding tanah adalah dengan menggunakan buis beton. Anda juga bisa menggunakan batu bata. Batu bata tersebut dapat disusun dengan rapi tanpa diplester.

3. Hubungkan pipa paralon dengan sumur resapan ke talang. Hal ini dimaksudkan agar ketika hujan air dapat tersalurkan dengan baik melalui talang menuju sumur resapan.

4. Buatlah saluran pembuangan dari sumur resapan menuju parit. Fungsinya adalah untuk membuang limpahan air saat sumur resapan kelebihan air. Ingat, ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari muka air tanah tertinggi pada selokan drainase jalan tersebut.

5. Isi degan koral setebal 15 CM. Sebelum ditutup, jangan lupa isi dengan koral setebal 15 CM pada lubang sumur resapan.

6. Terakhir, tutup bagian atas sumur resapan dengan plat beton. Kemudian Anda bisa mengurug bagian atas plat beton dengan tanah.

Itu lah tadi beberapa cara dalam membuat sumur resapan di pekarangan rumah Anda. Semoga informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat dan memberikan solusi atas ke bencana banjir yang kerap melanda kita.

Friday, February 8, 2019

4 Bangunan Syarat Akan Sejarah di Kota Bandung

February 08, 2019 Posted by Admin No comments
Bandung, kota yang secara resmi didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, yang pada saat itu dibawahi Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada 25 September 1810 ini terkenal memiliki wajah kota yang masih mempertahankan gaya kolonial di beberapa daerahnya. 

Sebut saja kawasan Jalan Braga, kawasan Asia Afrika, dan Jalan Dago. Di situ kita bisa menemukan beberapa bangunan bergaya Art Deco khas arsitektur Eropa masa lampau yang masih dilestarikan bahkan dialih fungsikan menjadi kantor pemerintahan, kantor pelayanan publik, dan perbankan. 

Oleh sebab itu, menarik untuk mengetahui, bangunan mana saja kah di Kota Bandung yang telah ada mulai dari masa pemeritahan Hindia Belanda hingga saat ini dan bagaimana cerita sejarah yang tersimpan di dalamnya? Berikut kami berikan list nya untuk Anda.


1. Gedung Indonesia Menggugat (GIM)


Photo: infobdg.com
Dari namanya saja kita sudah bisa menebak, tentu banyak sekali cerita sejarah di balik gedung yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung ini. Gedung yang dibangun sekitar tahun 1907 ini semula merupakan sebuah rumah tinggal, namun beralih fungsi menjadi sebuah gedung pengadilan (landraad). 

Bangunan bersejarah ini menjadi saksi bisu diadili serta ditahannya Soekarno oleh pemerintah kolonial Belanda atas tuduhan pemberontakan akan pemerintahan mereka. Tempat ini turut menjadi saksi dibacakannya sebuah pledoi panjang dengan judul Indonesia Menggugat (Indonesia Klaagt Aan) oleh Soekarno.Saking panjangnya pledoi ini, kabarnya butuh waktu dua hari untuk dapat membaca keseluruhan isinya. 

Pada area depan gedung, Anda akan disambut dengan sebuah pintu besar yang menjadi akses masuk utama ke dalam bangunan. Di dalamnya terdapat banyak sekali jendela besar yang tingginya hampir mencapai langit-langit gedung serta ornamen kayu yang menutupi hampir keseluruhan bangunan khas gedung pengadilan. 

GIM sendiri pada saat ini dialih fungsikan menjadi ruang publik di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Ruang-ruangan seperti ruang pengadilan sampai penjara yang ditempati Soekarni juga masih dirawat sampai dengan saat ini dan dijaga keasliannya. 


2. Javasche Bank 

Photo: wisatabdg.com
Mungkin tidak banyak dari Anda yang mengenal nama Javasche Bank, namun apabila kita menyebut Bank Indonesia tentu Anda semua familiar dengan nama tersebut. 

Terletak di Jalan Braga, Kota Bandung, Javasche Bank yang saat ini ditempati Bank Indonesia cabang Bandung merupakan sebuah gedung perbankan yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1909. 

Latar belakang pembangunan Javasche Bank terbilang cukup unik, karena bank ini dibangun sebagai tempat pelarian kekayaan pemerintah kolonial Belanda akibat meletusnya perang Boer. 

Javasche Bank sendiri diketahui hanya memiliki tiga kantor cabang di Indonesia, pertama di Batavia (Jakarta sekarang), Surabaya, dan terakhir di Bandung. 


3. Koffiepakhuis 

Photo: Google Images
Apakah Anda pecinta kopi? Tahukah Anda di mana gudang kopi tertua di kota Bandung berada? 

Dibangun pada tahun 1819, gudang kopi milik Adries de Wilde, seorang tuan tanah dan Asisten Residen Priangan ini terletak di Jalan Wastukancana, Kota Bandung. Bila Anda mencoba mencari letak gudang kopi ini melalui maps, maka yang Anda temukan sekarang justru sebuah kantor Balaikota Bandung. 

Memang, pada tahun 1927 gudang kopi tertua ini dirobohkan dan diganti menjadi sebuah kantor balaikota. Gudang kopi ini sendiri diketahui merupakan satu dari delapan gedung tembok baru yang ada di Kota Bandung pada saat itu. 


4. Hotel Grand Preanger 

Photo: TripAdvisor
Siapa dari Anda yang pernah menginap di Hotel Grand Preanger? Hotel yang kental dengan gaya art deco dan Indische Empire ini ternyata didesain oleh presiden pertama kita, Ir Soekarno. Bersama dengan arsitek kenamaan sekaligus profesor di Sekolah Tinggi Teknik Bandung (sekarang ITB), Wolf Schemaker, Soekarno yang pada saat itu merupakan salah satu murid beliau ikut merancang desain dari hotel tersebut. 

Hotel Grand Preanger sendiri dibangun pada tahun 1930, dan terletak di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, yang merupakan daerah favorit bagi pelancong yang dating untuk berlibur di Kota Bandung. 

Itu lah tadi empat bangunan bersejarah pilihan kami. Semoga apa yang telah kami sampaikan dapat menambah pengetahuan Anda akan bangunan-bangunan bersejarah khususnya di Kota Bandung.